Puisi Chairil Anwar yang terkenal berjudul "Aku" ini membuatnya semakin dikenali. Chairil Anwar menghasilkan banyak puisi bertema kematian, eksistensialisme, serta individualisme. Sepanjang hidupnya, Chairil Anwar diperkirakan sudah menulis 70 buah puisi. Puisi yang berjudul doa karya Chairil Anwar di atas, merupakan jenis puisi prismatic. Hal itu terlihat dari sesunan katanya yang tidak langsung memancarkan makna. Jadi, untuk mendapatkan makna yang kita cari, maka pembaca harus mengira-ira maksud dari tiap kata atau baris. Tipografi. Bentuk wajah yang ditampilkan pada puisi tersebut cukup menarik. Penulisannya rata kiri. Bagian kanan tulisan terlihat tidak teratur. Terkesan singkat dan indah karena tiap baris puisi hanya disusun oleh beberapa kata saja. Bahkan ada yang satu baris hanya terdiri satu kata. Puisi "Doa" karya Chairil Anwar di atas mengungkapkan tema tentang ketuhanan. Hal ini dapat kita rasakan dari beberapa bukti. Penyair sangat cermat dalam memilih kata-kata sebab kata-kata yang ditulis harus dipertimbangkan maknanya, komposisi bunyi dalam rima dan irama, kedudukan kata itu di tengah konteks kata lainnya, dan kedudukan Salah satu karyanya yang terkenal adalah puisi berjudul Doa. Puisi yang kental dengan nuansa religi tersebut, berhasil menyuguhkan potret seorang hamba yang sedang berkomunikasi dengan Tuhan melalui doa. Yuk, kita simak puisi doa karya Chairil Anwar! M5pN.

puisi doa chairil anwar dan maknanya